Ini menarik...
Kemarin eca baca status Fb teman ( minta ijin disebut sebut ya pri ) yang menyatakan kembali terjadi pengklaiman budaya Indonesia oleh Malaysia, kali ini korbannya Tari Pendet Bali. WHAT????
Penasaran eca mulai ngelakuin sedikit research...
Dari media online yang eca baca...ada di republika online and detik.com beritanya. Kalo yang di republika bilang ( klaim ) itu ada nya di iklan visit year mereka ( malaysia )...
http://republika.co.id/berita/70403/Malaysia_Klaim_Tari_Pendet_Bali
kalo di detik yang eca baca...heboh pengguna twitter indonesia memagari tari pendet dari Malaysia.
http://www.detikinet.com/read/2009/08/20/152007/1186485/398/pengguna-twitter-pagari-tari-pendet-dari-malaysia
Makin penasaran doooong... karena belum pernah nonton langsung iklannya, jadi masih belum mau menentukan sikap hehehe....
Finally tadi pagi eca pantengin aja tuh discovery ch :) and ga beberapa lama muncullah iklan yang ditunggu - tunggu... ( sayang ga sempat ngerekam )
Itu adalah iklan / promosi sebuah acara yang ada di discovery ch, judul nya 'ENIGMATIC MALAYSIA'... Video pendek ini bisa dibilang lebih mirip slide show dari potongan2 image... ada bunga bangkai, ada wayang... dan ada penari bali. Ini tidak seperti bayangan eca awalnya yang mengira tari bali yang dmaksud itu adalah ada orang nari2 gt di videonya... bukan. Cuma potongan Image aja.
Walau lahir besar and cinta Bali, Eca ga begitu tau kostum - kostum penari bali...cuma kayaknya itu bukan kostum Tari Pendet deh... dari pengamatan Eca itu lebih mirip kostum Dewi Sita di pergelaran Tari Kecak yang pernah eca tonton.
Kurang puas eca ngelakuin research lagi... ini jadi lebih menarik...
di sebuah situs milik sebuah EO di Malaysia ada berita tentang sebuah acara yang di sebut ENIGMATIC MALAYSIA juga.
" ini kutipannya... "
Judul posting nya : Bali International Film Festival 2008, Monday, 13 April, 2009 Press Releases
October 11, 2008 – A KRU Studios Production, “The Melakan Portuguese – Preserving Their Heritage” won the “Sarasvati Award 5th Special Jury Prize” at the 6th Bali International Film Festival 2008 held on October 11, 2008. The documentary, which was directed by Sherman F. Xavier, is part of the “Enigmatic Malaysia” series of documentaries that highlight various aspects of Malaysia’s rich cultural heritage, sponsored by JT International Berhad as part of their Corporate Philanthropy initiative.
lengkapnya bisa baca di : http://krustudios.com/krunews/?p=26
nah ini ironis... acara yang dibilang maling budaya bali, malah dapet penghargaan di bali? hmmmmm... tapi nanti dl, karena eca belum nonton langsung acaranya jadi eca ga tau yang dapet penghargaan ini sama ga ama yang iklannya dipermasalahkan itu... belum tau...
Di press releases ini juga dibilang kalo dokumetasi berupa seri... ada beberapa judul.
To-date the “Enigmatic Malaysia” series comprises of four documentaries namely, “The Melakan Portuguese – Preserving Their Heritage”, “Bajau Laut – Nomads of The Sea”, “Keris – The Myth & The Magic” and “Kellie’s Castle – Myth & Mystery”, with two additional titles [“Batik” and “Wau”] currently in post production. The “Enigmatic Malaysia” series will reach homes via television networks and home video in the coming years.
Eca juga nemu salah satu videonya yang ada di youtube.. ini berdasarkan info dari : http://www.mandy.com/1/film3.cfm?id=10056
malah posting nya udah tahun 2007... and link videonya http://www.youtube.com/watch?v=Pt_ob5DoS64
andai kata hasil research eca dengan acara yang dimaksud iklan adalah sama...kenapa iklannya ada penari balinya? padahal acara nya sendiri sejauh yang eca temuin cuplikan2 nya ga ada tuh nari narinya.
apa karena dapet penghargaan dari bali? hmmm
Kalo begini ceritanya, kayaknya mesti nonton dulu acara yang dimaksud si iklan...
BTW selamet puasa ya buat yang menjalankan ibadah ini...lancar terus ampe hari kemenangan nanti :)
Friday, August 21, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



4 comments:
Malaysia tidak pernah mengKLAIM tari pendet itu budaya malaysia. Tari pendet itu wanita berkemban yang seksi.. terdedah dada nya. Menari2 di khalayak ramai. Berdosa ya wanita seksi begitu menari2 tanpa segan silu. Jadi ga pernah ada budaya itu di Malaysia.
Sementara itu, still photo tari pendet yang muncul dalam iklan promo program "Enigmatic Malaysia" di Discovery Channel berdurasi 30 detik itu tanpa sepengetahuan pihak Kru Studios. Norman Abdul Halim menjelaskan bahwa menurut Manager Program Discovery Channel yang bermarkas di Singapura, iklan promo program tersebut dibuat oleh pihak Discovery Channel, dengan mengambil still photo tari pendet dari pihak ketiga.
Terkait dengan kontroversi yang ditimbulkannya, pihak Discovery Channel telah menarik iklan promo program "Enigmatic Malaysia". Pihak Discovery Channel pun menyatakan bahwa still photo tari pendet dalam iklan promo program tersebut merupakan kesalahan yang dibuat oleh staf promosi on air Discovery Channel, dan untuk itu pihaknya akan mengirimkan surat permohonan maaf secara resmi.
Kru Studios memahami bahwa dengan munculnya iklan promo program tersebut yang menampilkan still photo beberapa ikon dari seri program "Enigmatic Malaysia", seakan-akan menggambarkan bahwa tayangan tersebut adalah iklan promosi pariwisata Malaysia, meski hal tersebut tidak dimaksudkan demikian.
Padahal, iklan tersebut bukan iklan pariwisata. Salah satu ikon berupa still photo tari pendet dimaksudkan sebagai ilustrasi film Batik dalam rangkaian seri dokumenter "Enigmatic Malaysia". Seri Batik itu belum ditayangkan di Discovery Channel.
Dalam film dokumenter Batik yang disaksikan oleh KBRI Kuala Lumpur bersama Asisten Khusus Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Ketut Wiryadinata tidak ditemukan apa pun yang menyatakan bahwa Malaysia melakukan klaim terhadap salah satu budaya Indonesia. "
http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=234471
dari bpk roland(im_uni_stud at yahoo.com)
yang lagi hangat dibicarakan kan kebetulan tari pendet... kalo itu mungkin salah paham... tapi bagaimana dengan lagu rasa sayange di iklan visit year malaysia? bagaimana dengan batik? reog? dan wayang kulit?
@ bpk roland :
nanya pak cik!
kalo homoseksualitas,black magic,masokisme itu termasuk budaya malaysia ya? soalnya Reog Ponorogo yg sarat akan unsur² tersebut kan sempet diklaim sama pemerintah malaysia?
berita tentang tari pendet ini udah terlalu berlebihan, padahal sebenarnya tidak seperti yang diberitakan selama ini. saya juga pernah membahasnya di blog saya. tetapi mungkin masyarakat kita sudah terlalu kesal dengan Malaysia, sehingga sedikit saja kata itu terucap, langsung cepat panas, padahal belum tentu seperti itu beritanya...
Post a Comment